20/09/10

Manado's food : Tinutuan


Tinutuan atau Bubur Manado adalah makanan khas Indonesia dari Manado,Sulawesi Utara. Ada juga yang mengatakan tinutuan adalah makanan khas Minahasa,Sulawesi Utara. Tinutuan merupakan campuran berbagai macam sayuran, tidak mengandung daging, sehingga makanan ini bisa menjadi makanan pergaulan antar kelompok masyarakat di Manado. Tinutuan biasanya disajikan untuk sarapan pagi beserta berbagai pelengkap hidangannya.

Tinutuan, di Manado, disajikan dengan perkedel nike, sambal roa (rica roa, dabu-dabu roa), ikan cakalang fufu atau tuna asap, perkedel jagung. Tinutuan juga bisa disajikan dicampur dengan mie atau dengan sup kacang merah yang disebut brenebon.

Tinutuan yang disajikan bersama mie disebut midal, dimana akhiran dal tersebut berasal dari kata pedaal yakni nama lain untuk tinutuan khusus di wilayah Minahasa Selatan yang merupakan wilayah subetnis Tountemboan di Minahasa.

Cara membuat

Bahan:

2.500 ml air

100 g beras, cuci bersih

2 sdt garam

2 batang serai, memarkan

150 g labu kuning, serut

150 g labu kuning, iris dadu 2 cm

200 g jagung manis sisir

1/2 lembar daun kunyit

4 lembar daun gedi

50 g daun melinjo, buang tangkainya

50 g daun bayam, buang tangkainya

75 g kangkung, ambil yang muda, potong-potong

30 g kemangi

50 g ikan pari asin/ikan jambal asim, potong 1 x 1 cm, goreng

Bahan Sambal:

3 sdm minyak goreng sisa menggoreng ikan

3 buah cabai merah iris

6 buah cabai rawit, iris

4 butir bawang merah, iris

100 g tomat, iris

1 sdt garam

1 sdt air jeruk lemon cui/jeruk nipis.

Cara memasak:
Didihkan air dalam panci, masukkan beras, garam dan serai, masak hingga beras mekar tapi tidak pecah. Masukkan labu kuning serut, labu kuning iris, jagung dan daun kunyit.
Masak hingga mendidih dan bubur berwarna kuning, masukkan daun gedi, daun melinjo, bayam dan kangkung.
Masak terus hingga seluruh bahan matang dan mencapai kekentalas bubur yang dikehendaki. Tambahkan daun kemangi, aduk sebentar, angkat.
Sambal : Panaskan minyak goreng dalam wajan, masukkan cabai merah, cabai rawit, bawang merah dan tomat ke dalam minya sisa menggoreng ikan asin. Aduk hingga bahan matang (agak kering), angkat. Haluskan semua bahan menggunakan cobek/lumpang, tambahkan garam dan air jeruk nipis/lemin cui, aduk.
Pindahkan bubur ke dalam wajah saji, hidangkan selagi panas bersama ikan asin dan sambalnya.

Tinutuan juga dapat dicampur dengan sup kacang merah yang disebut brenebon. Tinutuan yang dicampur dengan brenebon ini kadang juga ditambahkan tetelan sapi, yang konon dipercaya orang yang memakannya dapat menarik "roda" (gerobak).Pada komunitas Kristen di Manado, tinutuan yang dicampur dengan brenebon ini dapat juga disajikan khusus yaitu dengan ditambahkan kaki babi, biasanya pada acara khusus seperti acara tumpah makan yaitu pada hari pengucapan syukur di Manado

Tidak ada komentar:

Posting Komentar